Sabtu, 04 Agustus 2018

Belanja kebutuhan sehari-hari

Belanja untuk kebutuhan sehari-hari saat awal datang karena belum hafal jalan selalu kita pergi bareng-bareng. Biasanya kita belanja seminggu sekali langsung banyak. Lama-lama anak-anak malas ikut dan memilih di rumah, jadilah mami belanja sendiri dengan naik sepeda.
Belanja biasanya di supermarket. Beruntung banyak supermarket di dekat apato tinggal pilih mana yang murah meskipun kadang harganya berubah-ubah tergantung promo. Kalau jarak yang paling deket dari rjmah way plaza, disini kebutuhan yang murah seperti susu, keju, telur, dan pisang yang sering promo. Untuk makanan dari beberapa swalayan yang pernah dicoba takoyaki paling enak di way plaza. Ayam goreng, dan cumi goreng tepungnya juga lebih enak dibandingkan valor.
Tempat belanja yang sering dikunjungi adalah Valor. Untuk sayuran, mi basah, tahu, milk tea, lemon tea, dan minuman kemasan botol seperti jus disini tempat yang murah dibanding supermarket yang lain. Valor memiliki produk dan brand sendiri jadi harganya lebih murah. Oh iya untuk nori alias rumput laut disini jg lebih murah dibandingkan di way, untuk merk sama dengan kemasan isi 6 pcs harga nori 178¥ sedangkan di way harganya 125¥ isi 3pcs. Sampai hapal maklum emak modis (modal diskon) mesti cari strategi biar uang beasiswa cukup untuk berempat, syukur2 bisa sisa buat menjelajah Jepang.
Supermarket lain adalah gyomu supa, disini banyak makanan impor. Berhubung saya muslim jadi mesti nyari produk yang halal, disinilah tempatnya. Untuk merk nuget, dan karage halal yang enak merk sierra produknya Brazil, jauh banget kan negaranya. Ada juga ayam fillet dengan ukuran kecil dan besar dan yang pasti harga yg sudah dipotong lebih mahal drpd utuhnya. Disini banyak produk dari Thailand, mi rasa tomyam, white curry yang ada label halalnya dan santan kelapa dengan label halal. Oh iya ada juga produk dari Indonesia sambal bali dan mi goreng pasta.
Kalau kangen sama Indomi atau saus Abc Imdonesia ada Jakartafood yang kadang menjual tapi jika habis bisa pergi ke sabai yang menjual barang impor. Ada lagi toko baru apita yang lumayan jauh tp lbh deket dibandingkan ke Sabai. Biasanya pak suami yang pergi bersepeda yang tahu tempatnya. Disana ada daging sapi, kambing, ayam halal, indomi, kecap dan saos abc tapi gak ada tempe seperti di Sabai.
Ada juga tokoindonesia.org yang menjual barang-barang dari Indonesia namun mesti online karena posisinya di Tokyo. Harganya lebih murah tapi berat di ongkir jadi kalau belanja mending sekalian banyak.
Tips belanja di Jepang untuk mencari diskon, kalau masakan matang belanjalah malam hari sekitat jam 7an kalau beruntung dan masih ada makanannya bakal dapat diskon 50%. Begitu pula untuk bahan mentah dia akan diskon 50% jika sudah hari H. Lumayan untuk beli ikan salmon, udang, teri, cumi dkk, dimasak esom paginya masih enak kok soalnya orang Jepang steril banget sama makanan jadi kondisinya masih sangat bagus dan fresh.

Bahan kaldu di way plaza

Ada Indomi di afita

Bumbu Mi goreng di Gyomu supa



Rabu, 01 Agustus 2018

Nishiyama Park

Musim semi diawali dengan bermekarannya bunga sakura. Tidak hanya sakura, banyak jenis bunga lain yang tidak bisa kita temui di Indonesia. Saat pergi ke Nagoya kemarin pas banget sakura sedang mekar dengan sempurna. Di Legoland juga banyak bunga tulip warna-warni. Ada bunga lain yang tidak kalah cantik namanya Azalea. Pada saat berbunga, semua daun dipohonnya akan tertutup bunga. Bunganya bermacam-macam, ada yang putih, pjmk muda, dan pink tua.
Awal bulan Mei ada festival Azalea di Nishiyama koen, dimana 5 ribuan azalea bermekaran. Kitapun mengagendakan waktu untuk pergi kesana.
Sabtu pagi kita bersiap-siap dan jalan kaki menuju Tawaramachi. Kita akan mencoba naik trem ke Nishiyama Koen. Dengan one day pass kita bisa naik turun bebas beberapa kali dalam sehari. Kita dapat trem warna hijau yang masih baru, perjalanan kali ini memakan waktu  sekitar 1 jam. Kita turun di stasiun Nishiyama koen, dan berjalan kaki sekitar 3 menit untuk mencapai Nishiyama koen.
Di festival azalea ini banyak bazar makanan, ada pertunjukan musik orkestra, dan yang paling utama adalah melihat bunga bermekaran. Tapi agak disayangkan bunga sudah mulai layu karena beberapa hari ini turun hujan. Hujan mempersingkat umur bunga. Oh iya untuk masuk ke taman ini tidak dipungut biaya alias gratis.
Ditaman ini ada kebun binatang kecil dengan berbagai jenis panda, ada taman bermain, dan jika mendaki  keatas gunung lagi, kita bisa menemukan area bermain panda dilengkapi dengan perosotan panjang. Tidak hanya untuk anak-anak, orang dewasa juga bisa main perosotan. Ada berbagai model perosotan dan halang rintang.
Bukit di taman ini penuh dengan bunga, saat bunga bermekaran, bukitnya akan berwarna pink.
Dari stasiun Nishiyama koen menuju ke taman, kita bisa mendaki bukit dan melalui jembatan penyeberangan sambil melihat pemandangan, atau kita mendaki bukit dan turun lagi kemudian menyeberang dijalan raya. Jika ingin menghemat tenaga sebaiknya lewat jembatan untuk menyeberang soalnya kita sudah dapat separuh bukit untuk didaki.
Mungkin tahun depan perlu diagendakan lagi untuk melihat festivalnya saat bunga belum layu.
Kota Sabae dari atas gunung
Bunga Azalea

Selasa, 31 Juli 2018

Nagoya Port Aquarium

The Nagoya port Aquarium terletak didaerah pelabuhan, di pinggir pantai, berada disebelah selatan kota Nagoya. Nagoya port ini menjadi salah satu pelabuhan terbesar di Jepang. Untuk mencapai tempat ini, kami naik kereta subway dari Sakae dengan Meijo line subway via Kanayama stasiun selama 15 menit dan harga tiket 270¥. Kemudian turun dan ganti kereta dan turun distasiun terakhir, di stasiun Nagoyaku dengan Meijo Line. Disini merasa jadi orang udik karena saat turun kereta kita berada dibawah tanah banget, kita harus naik 2 lantai untuk mencapai jalan raya. Meskipun didalam tanah namun sinyal hp penuh dan lampu terang jadi tidak berasa siang. Kalau dipikir-pikir Jakarta baru mulai membuat terowongan MRT tahun 2017 sedangkan di Jepang khususnya Nagoya tahun 1954 kereta bawah tanah sudah tersedia. Jadi merasa sangat tertinggal banget negara kita. Disaat negara lain sudah memikirkan penemuan-penemuan canggih, negara kita masih disibukkan dengan isu-isu agama untuk mendapat kekuasaan. Halooo kita sudah tertinggal jauh dan harus lari kenceng aja belum bisa mengejarnya. Kenapa jadi kemana-mana nulisnya yak..
Back to Nagoya port aquarium, dari stasiun kita harus berjalan lumayan jauh untuk mencapai lokasinya. Belum ditambah anak lapar dan rewel kecapean setelah jalan-jalan selama 2 hari. Ini adalah hari ke 3 hari terakhir bertualang, jadi bawaan jg banyak krn udh check out dari hotel. Rencananya setelah dari Nagoya port Aquariarium, kita belanja di Osu shopping district dan mengunjungi Nagoya science museum #dg catatan gak ada anak rewel.
Nagoya port Aquarium merupakan salah satu aquarium terbesar dan terbaik di Jepang. Aquarium ini dibagi menjadi 2 bagian, gedung selatan memiliki tema "A journey to the Antarctic". Kekayaan laut yang ditampilkan mulai dari Nagoya sampai ke Antartika. Kehidupan laut disekitar Jepang, kehidupan bawah laut, bahkan ikan yang ada di Indonesia disekitar katulistiwa, Australia sampai ke Antartika.  Dibagian utara terdapat akuarium untuk dolpin, orca, dan hiu beluga. Disini ada pertunjukan saat dolpin diberi makan dan latihannya dengan jadwal 3 kali sehari.
Aneka ragam binatang di Nagoya port Aquarium ini sangat banyak sekali dengan area yang sangat luas. Jika dibandingkan dengan sea world di Indonesia, disini sangat lengkap spesiesnya. Jika ingin membeli suvenir untuk oleh-oleh ada toko suvenir sebelum pintu keluar. Jalan keluarnya bisa memilih akses melewati jembatan diatas laut untuk menuju kapal  Fuji icebreaker yang menjadi museum kapal atau jalan menuju parkiran. Fuji icebreaker adalah kapal yang digunakan untuk mengekplorasi kekayaaan laut sampai ke antartika pada tahun 1960 sampai dengan tahun 1980.
Harga tiket masuk ke akuarium ini 2000¥ untuk orang dewasa, 1000¥ untuk anak SD & SMP, dan 500¥ untuk anak usia diatas 4 tahun.