Jumat, 02 Maret 2018

Tips anak tidak rewel untuk perjalanan jauh (Jepang)

Bepergian dengan mengajak anak-anak untuk jarak jauh mesti banyak yg harus dipersiapkan. Sebagai orang tua, kita ingin nyaman dijalan dan anak bisa menikmati perjalanan.
Beberapa hal yang kami persiapkan untuk penerbangan ke Jepang agar anak-anak nyaman antara lain :

  1. Pilih baju yang nyaman untuk digunakan selama perjalanan, seperti kaos katun dan celana panjang yang mudah dilepas sendiri, khususnya untuk sikecil yg berusia 4 tahun. Jangan lupa baju hangat, kemarin kita beli jaket lighdown merk uniqlo yang ringan dipakai dan hangat karena saat kita sampai Jepang sudah masuk musim gugur dengan suhu dibawah 10 derajat. Bagi orang katulistiwa seperti kita harus bersiap dengan kondisi itu, oh iya anak-anak juga sudah pakai longjohn merk uniqlo harganya 115rb untuk kaosnya aja kl ga salah. Untuk jaketnya beli di Uniqlo Jepang karena lebih murah, saat diskon dapet 1900¥ atau sekitar 225.000 untuk kakanya, sedang si adik harga normal 2900¥ sekitar 325.000, masih lebih murah daripada Uniqlo Indonesia sekitar 450.000an.
  2. Sepatu yang digunakan sepatu sport yang di beli di sport station Bintaro Exchange, untuk adik yang sudah punya pilihan sendiri memilih adidas. Meskipun masih 4 tahun tapi sudah punya selera, jadi saat disarankan cari yang diskon merk lain gak mau, jadilah beli adidas 450.000. Sedangkan kakak memilih sepatu scketcher dengan harga 425.000 warna biru girly. Pilihannya model baru jadi belum didiskon. Lumayan juga ngeluarin duitnya untuk persiapan berangkat. Belum nanti beli baju dan perlengkapan musim dingin di bulan Desember.
  3. Makanan kesukaan untuk camilan jangan lupa dibawa, soalnya perjalanan cukup lama dan anak-anak pasti lapar. Susu kotak dan air putih juga perlu dibawa biar lebih hemat, tidak perlu beli dibandara karena belum tentu tersedia merk yang biasa diminum.
  4. Mainan yang perlu dibawa adalah yang menjadi favorit dan disukai, serta tidak ribet. Kemarin bawa mobil2an dan kereta tapi gak dimainin karena dipesawat tersedia tv dan film lego. Si kakak malah bawa boneka kesayangan jerapah yg harus ada saat mau bobo dimanapun. Saat transit di Denpasar ada playground jadi mereka asik main. Oh iya, kita mesti survey bandara mencari tempat main agar anak-anak gak bosan.
  5. Jika mereka ingin bermain dan berlarian, kasih izin aja tapi dengan pengawasan kita dan tidak boleh jauh-jauh asal tidak mengganggu karena selama menunggu hanya duduk, anak-anak akan bosan. Tab atau game merupakan senjata terakhir yang dikeluarkan jika anak sudah bosan tingkat tinggi dan mulai rewel.
  6. Oh iya jangan lupa siapkan baju ganti 1 stel ditas yang mudah untuk diambil. Tisu kering, tisu basah, dan antis juga perlu dibawa. Selain itu perlu juga membawa minyak kayu putih jika sewaktu-waktu ada keluhan masuk angin atau kedinginan. Pampers perlu dibawa untuk persiapan kondisi darurat meskipun anak sudah gak mau memakainya. 

Kamis, 01 Maret 2018

Kesan pertama di Jepang

Negara yang bersih dan teratur..Fukui adalah kota kecil dan tidak seramai Tokyo..jalanannya bersih dan tidak ada sampah disembarang tempat..aku melihat orang membawa binatang piaraan seperti anjing ke taman, jika anjingnya pub maka kotorannya diambil dan dibawa pulang untuk dibuang sesuai jadwal pembuangan sampah..
Kendaraan juga tidak sebanyak di Jakarta, meskipun harga mobil murah namun biaya parkirnya mahal..motor juga jarang ditemui, lebih banyak orang naik sepeda..motor matic yg lg ngetren di Indonesia juga jarang dijumpai, malah motor lama yg beredar seperti pitung..biasanya pak pos yg naik motor..
Transportasi publik seperti bis, kereta, trem tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga kendaraan pribadi tidak wajib dimiliki..
Kondisi diatas yg menjadi faktor bersihnya udara dan tidak ada kemacetan..
Motor th 70an masih dipakai

Bersih & bebas macet

Menginjakkan kaki pertama di Jepang

Kamis pagi, 9 November sampailah kita di Jepang..setelah menempuh perjalanan panjang dari Jogja dengan transit 4 jam di Denpasar, kita pun mendarat dengan selamat di Kansai, Osaka..
Kita santai untuk turun menunggu bocah siap..memasuki bandara yang masih sepi karena masih pagi..antri imigrasi dengan tertib bertiga karena loketnya berbeda dengan papi yang sudah  2x datang..dipandu petugas dengan basa Jepang yang tidak tau maksudnya, sambil gendong bocah cape dan masih ada form yag kurang, jadi mesti cari meja untuk menulis..ada nenek petugas ngajakin ngobrol Cetta dan aku cuma senyum2 karena gak tau artinya..kita kembali ke loket tanpa antri lagi karena tadi udah dilayani tp ada yg kurang..dg CoE dependen otomatis kita akan mendapat kartu alien dr pemerintah Jepang, ini berfungsi seperti ktp di Indonesia..berbeda dg ektp yg udh 2 tahun bikin blm jadi, kartu alien bs diperoleh langsung saat datang asal memenuhi syarat..sempet deg-degan jg kl gak lolos berarti mesti balik lg..bocah udh ga sabar pengen keluar dr loket namun petugas blm mengizinkan jk kartu alien blm diperoleh..ada batas garis kuning yg tidak boleh dilanggar..kartu alien  diperoleh untuk 3 orang, bedanya utk anak tdk ada fotonya dan kita bisa tinggal di Jepang sampai 3 tahun kedepan..
Ternyata saat mencari bagasi, kita adalah orang terakhir krn kopernya udh gak muter2 lg dan sdh berganti bagasi pesawat lain, untung tas kita udh dikumpulin petugas dan diberi tanda nomer bagasi..saatnya keluar loket untuk pemeriksaan bagasi dan dengan santai kita keluar tanpa pemeriksaan barang karena sempat liat ada yang dibuka kopernya..jadi ada sedikit perasaan menyesal kenapa gak bawa banyak bahan makanan dari Indonesia jk dg mudah lolos bagasi..
Dari bandara menuju imigrasi, kita harus naik kereta 2 rangkaian, seperti hootood di cuhhington..
Kita berlari-lari krn kereta udh mo jalan, drangkaian ke2 sudah penuh dg penumpang, pramugari dan petugas pesawat, jadi kita masuk kereta 1 yg sepi dan hanya ada pak pilot..lumayan duduk walau sebentar..kesan pertama sampai stasiun adalah besar banget dan gak bisa baca tulisan apapun kecuali ada huruf latinnya..
Untuk sampai Fukui, kita mesti naik kereta dan papi membeli tiket kereta dimesin diikuti bocah2, dan mami tugasnya nungguin koper..tiket sudah ditangan tapi bingung harus masuk dari pintu mana, kmd papi bertanya petugas dan dijelasin malah tiket yg udah dibeli dikembaliin karena anak 4 tahun masih gratis..baik bgt orang2 di Jepang yah..masuk gate jg rapi antri, begitu juga naik kereta membentuk barisan antrian masuk pintu..jd inget kl naik krl di Jakarta yg beda banget budayanya, berebut bahkan penumpang belum turun sudah diserbu yg mau naik sampai terjatuh hanya demi kursi..
Saatnya naik kereta..dg rapi koper ditaruh dibagasi, dan kita mencari tempat duduk di kereta non reservasi karena membeli tiket tanpa tempat duduk harganya lebih murah..untung penumpang tdk terlalu ramai jd dpt duduk..kursinyapun nyaman, dan bersih..krn perjalanan lumayan lama jd bocah bs bobo..

Kansai, Osaka..bandara yg terintegrasi dg stasiun kereta