Kamis, 01 Maret 2018

Kesan pertama di Jepang

Negara yang bersih dan teratur..Fukui adalah kota kecil dan tidak seramai Tokyo..jalanannya bersih dan tidak ada sampah disembarang tempat..aku melihat orang membawa binatang piaraan seperti anjing ke taman, jika anjingnya pub maka kotorannya diambil dan dibawa pulang untuk dibuang sesuai jadwal pembuangan sampah..
Kendaraan juga tidak sebanyak di Jakarta, meskipun harga mobil murah namun biaya parkirnya mahal..motor juga jarang ditemui, lebih banyak orang naik sepeda..motor matic yg lg ngetren di Indonesia juga jarang dijumpai, malah motor lama yg beredar seperti pitung..biasanya pak pos yg naik motor..
Transportasi publik seperti bis, kereta, trem tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga kendaraan pribadi tidak wajib dimiliki..
Kondisi diatas yg menjadi faktor bersihnya udara dan tidak ada kemacetan..
Motor th 70an masih dipakai

Bersih & bebas macet

Menginjakkan kaki pertama di Jepang

Kamis pagi, 9 November sampailah kita di Jepang..setelah menempuh perjalanan panjang dari Jogja dengan transit 4 jam di Denpasar, kita pun mendarat dengan selamat di Kansai, Osaka..
Kita santai untuk turun menunggu bocah siap..memasuki bandara yang masih sepi karena masih pagi..antri imigrasi dengan tertib bertiga karena loketnya berbeda dengan papi yang sudah  2x datang..dipandu petugas dengan basa Jepang yang tidak tau maksudnya, sambil gendong bocah cape dan masih ada form yag kurang, jadi mesti cari meja untuk menulis..ada nenek petugas ngajakin ngobrol Cetta dan aku cuma senyum2 karena gak tau artinya..kita kembali ke loket tanpa antri lagi karena tadi udah dilayani tp ada yg kurang..dg CoE dependen otomatis kita akan mendapat kartu alien dr pemerintah Jepang, ini berfungsi seperti ktp di Indonesia..berbeda dg ektp yg udh 2 tahun bikin blm jadi, kartu alien bs diperoleh langsung saat datang asal memenuhi syarat..sempet deg-degan jg kl gak lolos berarti mesti balik lg..bocah udh ga sabar pengen keluar dr loket namun petugas blm mengizinkan jk kartu alien blm diperoleh..ada batas garis kuning yg tidak boleh dilanggar..kartu alien  diperoleh untuk 3 orang, bedanya utk anak tdk ada fotonya dan kita bisa tinggal di Jepang sampai 3 tahun kedepan..
Ternyata saat mencari bagasi, kita adalah orang terakhir krn kopernya udh gak muter2 lg dan sdh berganti bagasi pesawat lain, untung tas kita udh dikumpulin petugas dan diberi tanda nomer bagasi..saatnya keluar loket untuk pemeriksaan bagasi dan dengan santai kita keluar tanpa pemeriksaan barang karena sempat liat ada yang dibuka kopernya..jadi ada sedikit perasaan menyesal kenapa gak bawa banyak bahan makanan dari Indonesia jk dg mudah lolos bagasi..
Dari bandara menuju imigrasi, kita harus naik kereta 2 rangkaian, seperti hootood di cuhhington..
Kita berlari-lari krn kereta udh mo jalan, drangkaian ke2 sudah penuh dg penumpang, pramugari dan petugas pesawat, jadi kita masuk kereta 1 yg sepi dan hanya ada pak pilot..lumayan duduk walau sebentar..kesan pertama sampai stasiun adalah besar banget dan gak bisa baca tulisan apapun kecuali ada huruf latinnya..
Untuk sampai Fukui, kita mesti naik kereta dan papi membeli tiket kereta dimesin diikuti bocah2, dan mami tugasnya nungguin koper..tiket sudah ditangan tapi bingung harus masuk dari pintu mana, kmd papi bertanya petugas dan dijelasin malah tiket yg udah dibeli dikembaliin karena anak 4 tahun masih gratis..baik bgt orang2 di Jepang yah..masuk gate jg rapi antri, begitu juga naik kereta membentuk barisan antrian masuk pintu..jd inget kl naik krl di Jakarta yg beda banget budayanya, berebut bahkan penumpang belum turun sudah diserbu yg mau naik sampai terjatuh hanya demi kursi..
Saatnya naik kereta..dg rapi koper ditaruh dibagasi, dan kita mencari tempat duduk di kereta non reservasi karena membeli tiket tanpa tempat duduk harganya lebih murah..untung penumpang tdk terlalu ramai jd dpt duduk..kursinyapun nyaman, dan bersih..krn perjalanan lumayan lama jd bocah bs bobo..

Kansai, Osaka..bandara yg terintegrasi dg stasiun kereta

Perjalanan ke Jepang

Tiba waktunya untuk pergi, hari yang ditunggu-tunggu, di minggu pertama  November 2017..Kita mulai perjalanan ini dari bandara Adi sucipto dengan penerbangan Garuda jam 16.15..Jogja-Denpasar penerbangan sesuai jadwal, di Jogja cuaca lumayan cerah, namun ditengah perjalanan sebelum Surabaya, cuaca kurang bagus jadi sempet ada guncangan di pesawat, untungnya anak-anak tetap enjoy dan gak rewel..
Kita mendarat di Denpasar jam 18.30 WITA, selisih 1 jam lebih dulu dari waktu Jogja..kita keluar dan langsung menuju penerbangan internasional mengikuti anak panah, kebetulan bandara sedang direnovasi jadi sempet bingung dan nanya ke petugas..bandaranya luas banget dan jarak domestik dengan internasional jauh banget, untung kita pilih penerbangan internasional dari Jogja jadi gak perlu repot mindah bagasi..
Kita belum makan malam, jadi kita berpikir makan setelah dari pemeriksaan imigrasi dengan bayangan bakal banyak tempat makan solaria, kfc,hokben dkk seperti di bandara Sukarno Hatta..
Selesai imigrasi, kita berjalan menyusuri bandara dan mencari tempat makan seperti bayangan yang anak doyan..sepanjang jalan berasa kita tidak di Indonesia karena isinya turis asing dan kebanyakan bule..outlet barang branded banyak dan tempat makan yang dicari tidak ditemukan..mencoba tanya petugas dan dijawab memang gak ada dan kalo udh pemeriksaan imigrasi, kita tdk boleh keluar lagi..kitapun terjebak ďisini dan mencari tempat makan terjangkau..liat harga menu bebek 400rb mahal bgt..akhirnya kita menemukan kafe bali dengan menu nasi goreng 1 piring 98rb..
Masih ada waktu 4 jam sebelum berangkat, karena jadwal kita 00.40 wita..anak-anak bermain asyik di playground gate 9 sambil menunggu waktu..jm 11an udh mulai capek dan rewel, dan mereka minta es krim..malam2 minum es krim yah gpp asal seneng..sambil menunggu dipanggil untuk boarding di gate 1..saatnya tiba kita dipanggil turun ke bawah, kirain disuruh naik pesawat ternyata ada ruang tunggu lagi, tempat yang luas dan masih baru serta bersih..sepi itu pasti karena udh malam..akhirnya tibalah saat yang ditunggu untuk naik pesawat..
Perjalanan ditempuh 8 jam..sekitar 8.30 pagi kita mendarat di Osaka..selama dipesawat, anak-anak nonton film, dan bisa bobo sekitar jam 2an..pas jam sarapan dibangunin, Feza marah2 masih ngantuk..