![]() |
| Mikuni beach |
Fukui Perfecture memiliki pantai diujung kota Sakai city yang disebut dengan Mikuni Minato beach dikenal juga sebagai sunset beach. Pantai ini menghadap ke Korea Selatan, jika menyeberangi pantai ini, kita akan sampai di Korea.
Di pantai ini banyak kapal nelayan mencari ikan. Saat main dipantai tanpa sengaja kita bertemu pemuda yang ngomong pakai basa Indonesia dan seperti biasa orang diperantauan yang gak kenal berasa ketemu saudara, lalu ngobrol. Ternyata mereka bekerja di kapal sebagai nelayan. Mereka cerita kalau di Jepang ikan yang dibawa ke darat harus fresh jadi gak perlu berminggu-minggu dilait, cukul 2 hari dan pulang. Hasil tangkapan yang dijualpun memiliki standar seperti ikan atau udang harus utuh dan bagus. Kalau ada sapit atau kepala lepas tidak bisa dijual lagi dan ini biasanya dikasih ke nelayan sampai mereka bosan makan. Kalau lagi musim dingin biasanya banyak kepiting. Oh iya Fukui terkenal dengan kepitingnya bahkan dulu Fukui disebut echizen. Jangan lupa untuk mencoba echizen crab kalau ke Fukui.
Kok malah cerita nelayan bukan pantai
Mikuni Minato bisa ditempuh dengan kereta dari stasiun Fukui dengan memilih Mikuni awara line, naik sampai ujungnya kita baru turun distasiun terakhir di stasiun mikuni minato. Desain stasiun yang kecil dan klasik ini dibuka pada 15 Desember 1927.
Mikuni minato beach ini bagusnya di kunjungi saat sore hari untuk melihat matahari terbenam. Mikuni beach pantainya bersih dan bagus. Banyak yang berenang dan kite surfing dipantai saat musim panas. Pantai ini akan ramai pengunjung pada saat musim panas karena ada pesta kembang api. Pesta kembang api dilakulan pada malam hari tapi pengunjung sudah berdatangan sejak pagi untuk mengapling tempat strategis biar bosa melihat pemandangan bagus. Biasanya mereka membawa tenda dan berkemah ditepi pantai. Kalau mau enak bisa juga beli tiket untuk duduk dikursi yang telah didijejer dari ujung ke ujung pantai. Berhubung kita santai jadi yah ngemper aja dipasir bawa tiker, banyak orang yang duduk ngemper juga sampai penuh pantainya. Semakin malam semakin penuh dan mesti jalan jauh untuk mencari tempat kosong. Kalau festival gini banyak yang pakai baju adat baik cowok ato cewek pakai kimono. Acara dimula jam 19.30 dan banyak banget kembang apinya sampai ribuan, bahkan ada yang khusus dibawa kapal untuk dinyalakan dengan membentuk formasi diangkasa. Tapi sayang kita tidak bisa nonton sampai selesai, disamping anak-anak udah cape karena jalan seharian juga menghindari antrian panjang naik keretanya. Pas berangkat aja kereta sampai penuh banget dan gak bisa masuk. Pulangnya sudah lumayan antri naik keretanya dan penuh, tapi masih untung gak sepenuh pas berangkat berdirinya seperti pepes di krl.
Kita sudah 2 kali ke pantai ini untuk main air serta menikmati sunset serta saat melihat festival kembang api. Dideket pantai juga ada onsen. Sudah tau kan onsen itu apa, tempat pemandian air panas. Ini tempat favorit orang Jepang.
Untuk masuk kepantai tidak perlu bayar, turun dari kereta, keluar stasiun dan kita sudah bisa melihat pantai. Jalan terus aja menyusuri pantai untuk mencari tempat nyaman untuk bermain.
Di pantai ini banyak kapal nelayan mencari ikan. Saat main dipantai tanpa sengaja kita bertemu pemuda yang ngomong pakai basa Indonesia dan seperti biasa orang diperantauan yang gak kenal berasa ketemu saudara, lalu ngobrol. Ternyata mereka bekerja di kapal sebagai nelayan. Mereka cerita kalau di Jepang ikan yang dibawa ke darat harus fresh jadi gak perlu berminggu-minggu dilait, cukul 2 hari dan pulang. Hasil tangkapan yang dijualpun memiliki standar seperti ikan atau udang harus utuh dan bagus. Kalau ada sapit atau kepala lepas tidak bisa dijual lagi dan ini biasanya dikasih ke nelayan sampai mereka bosan makan. Kalau lagi musim dingin biasanya banyak kepiting. Oh iya Fukui terkenal dengan kepitingnya bahkan dulu Fukui disebut echizen. Jangan lupa untuk mencoba echizen crab kalau ke Fukui.
Kok malah cerita nelayan bukan pantai
Mikuni Minato bisa ditempuh dengan kereta dari stasiun Fukui dengan memilih Mikuni awara line, naik sampai ujungnya kita baru turun distasiun terakhir di stasiun mikuni minato. Desain stasiun yang kecil dan klasik ini dibuka pada 15 Desember 1927.
Mikuni minato beach ini bagusnya di kunjungi saat sore hari untuk melihat matahari terbenam. Mikuni beach pantainya bersih dan bagus. Banyak yang berenang dan kite surfing dipantai saat musim panas. Pantai ini akan ramai pengunjung pada saat musim panas karena ada pesta kembang api. Pesta kembang api dilakulan pada malam hari tapi pengunjung sudah berdatangan sejak pagi untuk mengapling tempat strategis biar bosa melihat pemandangan bagus. Biasanya mereka membawa tenda dan berkemah ditepi pantai. Kalau mau enak bisa juga beli tiket untuk duduk dikursi yang telah didijejer dari ujung ke ujung pantai. Berhubung kita santai jadi yah ngemper aja dipasir bawa tiker, banyak orang yang duduk ngemper juga sampai penuh pantainya. Semakin malam semakin penuh dan mesti jalan jauh untuk mencari tempat kosong. Kalau festival gini banyak yang pakai baju adat baik cowok ato cewek pakai kimono. Acara dimula jam 19.30 dan banyak banget kembang apinya sampai ribuan, bahkan ada yang khusus dibawa kapal untuk dinyalakan dengan membentuk formasi diangkasa. Tapi sayang kita tidak bisa nonton sampai selesai, disamping anak-anak udah cape karena jalan seharian juga menghindari antrian panjang naik keretanya. Pas berangkat aja kereta sampai penuh banget dan gak bisa masuk. Pulangnya sudah lumayan antri naik keretanya dan penuh, tapi masih untung gak sepenuh pas berangkat berdirinya seperti pepes di krl.
Kita sudah 2 kali ke pantai ini untuk main air serta menikmati sunset serta saat melihat festival kembang api. Dideket pantai juga ada onsen. Sudah tau kan onsen itu apa, tempat pemandian air panas. Ini tempat favorit orang Jepang.
Untuk masuk kepantai tidak perlu bayar, turun dari kereta, keluar stasiun dan kita sudah bisa melihat pantai. Jalan terus aja menyusuri pantai untuk mencari tempat nyaman untuk bermain.
![]() |
| Fireworks festival |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar